Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

Cerita Humor: Gara- Gara Proklamasi

Seorang anak kelas 3 SD pulang sekolah lebih awal sambil menangis sehingga ayahnya keheranan.
Ayah : “Kenapa kamu nak?”
Anak : “Tadi saya dikasih pertanyaan sama bu guru : Siapa yang mananda tangani teks proklamasi ? ”
Ayah : “Terus kamu jawab apa?”
Anak : “Saya jawab bukan saya yang melakukan. Tapi saya dimarahin bu guru, sampai disuruh pulang”
Ayah : “Sudah akui saja kamu yang melakukan, sekarang balik sana ke sekolah, mumpung masih pagi”

Akhirnya si anak kembali ke sekolah. Sampai di sekolah gurunya menanyakan lagi
Guru : ”Gimana, sudah ketemu jawabannya?”
Anak : ”Sudah bu”
Guru : ”Siapa yang menandatangani teks proklamasi ?”
Anak : Saya yang melakukan bu”
Guru : ”Jawaban salah. Pulang kamu sekarang ! ”

Si anak pulang dengan kebingungan. Sesampai di rumah dia ketemu dengan ayahnya
Ayah : “Lho, kenapa pulang lagi?”
Anak : “Diusir lagi ayah”
Ayah : “Kenapa? kamu jawab apa?”
Anak :” Saya yang melakukan ”
Ayah :”Aneh guru ini, dijawab tidak melakukan salah, dijawab melakukan juga salah, ya udah kita sama-sama ke sekolah saja”.

Akhirnya anak dan ayah sama-sama ke sekolah. Ketika menemui bu guru, sang ayah ngomong
Ayah :”Bu, maafkan jawaban anak saya tadi”.
Guru :”Iya, saya maafkan. Terus Bapak tahu jawabannya apa?”
Ayah :”Bu, waktu itu anak saya belum lahir. Jadi yang menandatangani saya bu”
Guru :”Lho, kok bapak sama anak sama bodohnya . Sudah pulang sana”

Akhirnya ayah dan anak sama-sama pulang, mereka berdua kebingungan. Sesampai di perjalanan mereka berdua ketemu dengan ketua RT.

Ketua RT bertanya ,”Kenapa kalian kok pada bingung?”
Akhirnya sang ayah menceritakan semua peristiwanya.
Mendengar itu semua sang ketua RT berkata ,”Sudahlah tenang aja, kalau urusan tanda tangan itu kan saya yang melakukan.”

Kamis, 07 Juli 2011

18 Hari Terjebak di Bandara Tanpa Uang


MAJALAHASIK.COM - Seorang pria asal Polandia terjebak di bandara Sao Paulo, Brazil, selama 18 hari karena kehabisan uang. Selama berminggu-minggu, dia hidup dari belas kasihan para pegawai bandara.

Dilansir dari laman Telegraph, Kamis, 7 Juli 2011, Robert Wladislaw Parzelski tiba di Brazil dari London, Inggris, pada 17 Juni lalu untuk menemui temannya. Sialnya, ditunggu lama, temannya tersebut tak kunjung datang. Parzelski tidak memiliki tiket kembali maupun uang sepeserpun untuk akomodasinya di negara tersebut.

Tidak ada pilihan lainnya baginya selain tetap berada di bandara. Setiap ada staf yang menanyakan keadaannya, lelaki 44 tahun ini selalu menjawab "Saya orang Polandia" karena tidak mengerti bahasa Portugis sepatah pun.

Karena lamanya dia berada di tempat tersebut, petugas bandara memanggilnya dengan panggilan akrab "Lelaki Jerman". Parzelski menyambung hidup dari makanan, minuman, rokok, bahkan vodka yang disumbangkan oleh para pegawai bandara.

Akhirnya, seorang dokter asal Polandia berusia 70 tahun yang tinggal di Sao Paulo, dipanggil untuk berbicara dengan Parzelski. Dari pembicaraan dengan rekan senegara ini, terungkap bahwa Parzelski ke Brazil untuk mengambil dua pesawat telepon.

Pria ini akhirnya dipulangkan ke negaranya pada Selasa setelah di bandara selama 18 hari. Sebelum kembali ke negaranya, dia akan transit terlebih dulu ke Swiss.

Kisah pria ini mirip dengan kisah tokoh utama film besutan Steven Spielberg tahun 2004, The Terminal. Dalam film tersebut, sang tokoh yang diperankan Tom Hanks juga tertahan di bandara karena ditolak masuk Amerika Serikat namun tak dapat kembali ke negaranya yang sedang mengalami revolusi.

Namun nasib tokoh fiksi ini agaknya lebih baik karena Tom terlibat asmara dengan tokoh pramugari cantik yang diperankan oleh Catherine Zeta-Jones.